Kerajinan Tenun Ikat ” Tradisi Yang Masih Terus Bertahan”

flr-pic
Pengrajin Tenun Ikat Desa Fulur

SIDEKA fulur.desa.id : Kerajinan Tenun ikat adalah tradisi yang semakin berkurang peminatnya akhir-akhir ini .Namun Bagi sebagian warga terutama para wanita di desa Fulur tradisi ini masih terus dipertahankan. Pada masa lampau Tenun ikat merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap gadis desa, sebagai salah satu syarat untuk menikah, Seorang gadis belum bisa menikah kalau belum bisa membuat tenun ikat. Namun pada akhir-akhir ini tradisi ini semakin lama semakin berkurang peminatnya.

Akibat semakin banyaknya produk tekstil modern yang masuk ke desa, warga desa dengan sangat gampang bisa memperoleh kebutuhannya dengan membeli di pasar, toko dan banyak juga pedagang keliling yang masuk ke desa.   Hal ini rupanya menjadi faktor utama penyebab semakin hilang nya tradisi ini, selain karena prosesnya cukup lama dan rumit, membuat tenun ikat juga oleh sebagian warga dirasakan kurang ekonomis karena hanya dipakai pada saat Upacara adat dan kematian.

Menyikapi hal ini PEMDA Kabupaten Belu melalui Bupati Belu telah memerintahkan semua Pegawai Negeri Sipil di Lingkup PEMDA Kabupaten Belu wajib memakai kain tenun pad hari tertentu. Hal ini tentunya menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pengrajin tenun ikat di Desa. Peluang pasar telah terbuka di level Kabupaten, tinggal bagaimana mendorong para pengrajin agar mampu memproduksi Kain tenun yang berkualitas, Kata Kepala Desa Fulur, Julianus Lesu Bau. Lanjutnya Pemerintah Daerah Telah menciptakan peluang bisnis bagi desa, Pemerintah Desa juga akan mendorong penguatan kapasitas melalui pelatihan – pelatihan dengan menghadirkan Instansi Terkait yang didanai dengan Dana Desa.

Peluang -peluang yang sudah harusnya dimanfaatkan dengan baik oleh setiap warga desa untuk dapat meningkatkan perekonomiannya. Tradisi tenun ikat yang semakin hari semakin berkurang merupakan tugas setiap warga untuk bagaimana terus mempertahankan dan melestarikan dana salah satu cara untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi ini adalah dengan mengajarkan generasi muda serta menumbuhkan semangat cinta budaya agar tetap  lestari. //Caritas

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan