Warga Desa Fulur Minta Status Kelas Jauh SMP Fulur Jadi Unit Sekolah Baru

Sideka-fulur.desa.id// Miris benar potret pendidikan di  beranda NKRI. Sudah 14 Tahun berdiri dengan status sebagai kelas jauh dari SMPN 1 Lamaknen sekolah SMP Kelas Jauh fulur Jauh dari kata layak. Selain tidak mendapat perhatian dari Sekolah induknya proses belajar disekolah ini juga luput dari perhatian pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Belu. Dari ruang Belajar yang dipinjam dari BPD Desa Fulur dan Dari SDK Fulur II Sekolah ini nyaris tidak punya ruangan belajar.  Namun semangat beimg_1272-small-copy-smalllajar anak-anak didiknya dan totalitas pengabdian dari guru-guru yang tidak menganal menyerah sekolah ini tetap bertahan dalam kondisi ini selama 14 Tahun. Bayangkan Saja Di Zaman seperti ini masih ada segelintir orang yang rela mengabdi tanpa pamrih hanya karena keterpanggilan jiwanya sebagai sosok Guru. Maria Eldiana Sili,S.Pd, Seorang Guru mengemukakan bahwa ia dan teman-temanya hanya menerima Upah sebanyak Rp. 150.000,-/ Triwulan dari Sumbangan orang tua Murid. Untuk beli sabun mandi saja tidak cukup, apalagi untuk beli buku sumber,tuturnya kepada pewarta fulur.desa.id.

Senada dengan itu Koordinator SMPN Kelas Jauh fulur Vitalis Toi,S.Ag juga mengemukakan bahwa, Kondisi Sekolah induk sudah tidak dapat mengakomodir para guru yang mengajar di SMPN Kelas Jauh Fulur, karena Jumlah Rombongan Belajar di sekolah Induk sudah mencapai batasan maksimum. Dirinya juga mengharapkan agar Pemerintah Segera mengakomodir usulan dari masayarakat untuk mendirikan sebuah Unit Sekolah Baru di Desa Fulur, guna menampung Seluruh peserta didik tamatan SD yang tidak tertampung lagi di SMPN 1 Lamaknen, SMPN Satap Kewar, SMPN Satap Ekin II, dan SMPK St. Yosef Weluli karena keterbatasan Ruangan dan tenaga Pendidik.

Selama ini Guru-guru yang mengajar di SMP Kelas Jauh Fulur sudah memenuhi kriteria. Semuanya yang mengajar sukarela adalah lulusan S1, Tapi sayang mereka diupah dengan sangat tidak layak. Maka kami minta Pemerintah segera menindaklanjuti usulan dari kami, dengan mendirikan Sebuah Unit Sekolah Baru Pada tahun 2017, agar mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2017-2018, Karena Faktor pendukung untuk berdirinya sekolah baru ini sudah cukup karena didukung oleh 6 Sekolah Dasar yakni SDK Fulur I, SDK Fulur II, SDI Holpara, SDI Silala,SDK Leowalu dan SDI Duarato.

Pemerintah Desa Fulur juga selama ini sudah menjalin Komunikasi dengan Dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Belu, Namun sejauh ini belum ada langkah nyata dari Pihak Dinas PPO. Semua persyaratan sudah dimasukkan tapi belum ada tanggapan dari  Dinas, ujar seorang tokoh masyarakat desa fulur, Ruang Belajar yang dipinjam dari SD dan Dari BPD itu sudah tidak layak untuk Proses KBM, karena saat musim hujan atap gedung bocor, ujar seorang tokoh masyarakat desa fulur.

14 Tahun berdiri Sekolah ini jauh dari perhatian Sekolah Induknya bahkan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, Sementara Pemerintah Gencar-gencarnya mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia Lewat Pendidikan, Kalau Begini caranya bagaimana mau maju, Ujar seorang Tokoh masayarakat Desa Fulur yang tidak mau disebutkan namanya.

Upya pembangunan Unit Sekolah Baru Ini,  didukung oleh seluruh lapisan masyarakat desa Fulur, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemerhati Pendidikan.

Inilah potret pendidikan di Beranda NKRI, disatu sisi kami berjuang untuk Menjaga citra NKRI di batas namun disatu sisi kami terbelenggu dengan keterbatasa. Mohon restu dari seluruh masayarakat Indonesia terutama pemangku kepentingan di Tingkat  Daerah sampai Pusat. Ini Keluhan Kami, dari Beranda NKRI Kami Bersuara. Salam MERDESA…!//Suri Lebo Eduardus. Pandu Desa Fulur.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan