WAKIL BUPATI BELU KUNJUNGI KORBAN BENCANA LONGSOR DI DESA FULUR

SIDEKA-fulur.desa.id :- Bencana longsor yang melanda desa fulur semakin parah. Jalan utama yang menghubungkan desa  Fulur dan desa Mahuitas putus total dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik roda 2 maupun roda 4. Warga desa yang menjadi korban bencana IMG_3585mulai memindahkan barang-barang yang masih sempat diselamatkan ke rumah tetangga yang lebih aman. Selain mengakibatka robohnya rumah warga longsor juga mengakibatkan terputusnya saluran listrik ke arah kantor desa fulur dan Desa Mahuitas.

Menyikapi bencana ini Wakil Bupati Belu Drs. JT Ose Luan bersama Camat Lamaknen Philpus Mau leto dan Petugas dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belu , Kapolsek Lamaknen Serta DANRAMIL Weluli mendatangi TKP. Wakil Bupati Belu dalam kunjungannya berkesempatan melihat langsung lokasi longsor serta berdialog dengan beberapa warga yang menjadi korban. Ia menyampaikan bahwa untuk sementara sambil menunggu laporan tertulis dari Kepala Desa Fulur Pemerintah Daerah Melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah  akan memberikan bantuan Berupa Natura bagi warga yang terdampak longsor, sementara untuk bantuan berupa perumahan akan dikaji oleh Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu. Untuk penanganan akses jalan yang terputus wakil bupati menyarankan agar dicari jalan alternatif lain yakni melalui Dusun Holpara, dan Dirinya juga menegaskan  Dinas PU Kabupaten untuk segera membantu memperbaiki jalan alternatif dimaksud, Untuk pembangunan jalan Permanen dilokasi Dikatakan bahwa Tidak mungkin lagi dibangun di jalur yang terkena longsor karena struktur tanah di lokasi tersebut labil dan sering terjadi longsor, sehingga akan dikaji lagi oleh Dinas PU untuk dibangun jalan baru di lokasi yang lain.

Nampak Juga Di TKP  itu Petugas PLN dari Ranting Lamaknen terlihat sibuk Memperbaiki kabel Listrik yang tertimpa ranting pohon, Memangkas Ranting Pohon Serta Membongkar sambungan listrik di rumah warga yang  terkena bencana untuk menghindari terjadi korsleting.

Dari 6 Rumah yang terdampak longsor 2 Kepala Keluarga lainnya enggan meninggalkan rumah mereka dan mereka memilih untuk bertahan untuk itu Camat Lamaknen Philpius Mau Leto menghimbau agar warga segera mengosongkan Rumah agar terhindar dari jatuhnya korban jiwa, Senada Dengan Camat Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga menghimbau agar Warga segera meninggalkan rumahnya karena kondisi tanah terus bergeser setia saat, Kalau warga masih tetap bertahan bukan tidak mungkin akan ada korban jiwa, tegasnya.

Adapun warga Desa Fulur yang menjadi korban Bencana ini adalah Martinus Mau Anggota Keluarga Sebanyak 6 Orang , Kerugian Berupa Rumah Permanen Kondisi Rusak Berat, Paulus Bere Anggota Keluarga 5 Orang, Kerugian Rumah Permanen Rusak Berat, Julianus Lesu Bau (Kepala Desa Fulur) Anggota keluarga 5 Orang , Kerugian Berupa Rumah Permanen Rusak Berat, Benyamin Koi Anggota Keluarga 5 Orang, Kerugian Berupa Rumah Semi Permanen Rusak Berat, Kamilus Koi Anggota Keluarga 6 Orang, Kerugian Berupa Rumah Semi Permanen Rusak Berat,Petrus Mau Leto  Anggota Keluarga 7 orang , Kerugian Berupa Rumah Permanen Rusak Berat, Serta Ignasius Loe , yang juga menjadi korban Anggota Keluarga 7 Orang , rumah Permanen 1 Unit Rusak Berat dan 1 rumah yang sementara di huni terancam karena Titik longsor hanya berkisar 3 meter dari belakang rumahnya.

Saat Berita ini diturunkan Warga Korban Bencana telah mengosongkon rumah mereka membawa serta barnag-barang dan sementara menginap di rumah tetangga yang lebih aman, Sambil Berharap  Semoga Pemerintah Segera mengambil tindakan berupa bantuan bagi warga yang terkena bencana ini.Suri L. Eduard

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan