MENCEGAH KEMATIAN IBU DAN ANAK PUSKESMAS WELULI GELAR FGD BERSAMA IBU HAMIL DI DESA FULUR

fulur.desa.id : Selasa 4 Juli 2017, Dalam Rangka Meningkatkan Kesehatan dan Keselamatan Ibu Hamil serta untuk mengurangi Resiko Kematian Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kab. Belu melalui  Puskesmas Weluli Bersama Bidan Desa Fulur Melakukan Kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) Bersama Para Ibu hamil dan Tokoh masayarakat di Desa Fulur pada Hari selasa tanggal 4 Juli 2017. Kegiatan yang Juga Melibatkan Para suami ini dipandu langsung Oleh Bidan eny Leky dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Dalam Diskusi yang berlangsung sekitar Dua jam ini Para peserta Membahasa tentang Bagaimana Pola Hidup sehat Ibu Hamil dan Bayi Balita, Serta Nutrisi yang diperlukan oleh Ibu dan Bayi agar tethindar dari Kematian Ibu dan anak.

Kegiatan Ini juga dilakukan sebagai sebuah langkah Praktis dalam menyukseskan Program Revolusi KIA dimana Propinsi NTT Merupakan Propinsi dengan Angka Kematian Ibu dan Anak cukup tinggi yakni  182 kematian ibu di tahun 2016, Serta 176 kematian di Tahun 2015. Sedangkan angka kematian bayi 1.088 kematian di tahun 2016.

Di Desa Fulur sendiri Menurut  Bidan Desa Fulur Kematian Bayi dan balita Di Tahun 2017 Sebanyak 2 orang, Sementara Ibu Hamil Dengan Resiko Tinggi BUMIL RISTI di Desa Fulur Sebanyak 5 orang.  Untuk Mengatisipasi Kematian Ibu dan Anak Selain Pemeriksaan rutin seperti POSYANDU dan Pemeriksaan Ibu Hamil Berkala Kegiatan Seperti ini harus kita lakukan Untuk menggali dan Mengetahui Keluhan Para ibu hamil serta Memberikan Informasi lebih detail bagi para Ibu hamil dan Suami serta para orang Tua,Tegas Bidan Elsy Laku. Permasalahan yang juga Dibahas dalam FGD tersebut bahwa banyak Ibu hamil yang bekerja di Luar daerah Biasanya kembali ke Desa Menjelang persalinan sehingga tidak dapat di pantau perkembangannya oleh para Bidan Desa, dan Biasanya kebanyakan Ibu hamil yang bekerja di Luar Desa seperti di Kalimantan tidak memiliki BPJS sehingga mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk persalinan.

Menyikapi Permasalahan  tersebut Kepala Desa Fulur Julianus Lesu Bau Menegaskan agar Para Warga yang hendak bekerja ke Luar Daerah harus Mengantongi ijin resmi dari pemerintah sehingga memudahkan untuk mengurus administrasi kependudukan serta untuk urusan BPJS. Kepala Desa juga menegaskan kepada Para Ketua Suku dan tokoh masyarakat yang hadir dalam Diskusi tersebut agar mengingatkan kepada keluarganya terutama yang baru mau menikah agar segera mengurus Administrasi kependudukan untuk mempermudah urusan lainnya.

Foto dan Liputan : S.L. Eduardus.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan