PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) ; “DAMPAK PADA RUMAH TANGGA SANGAT MISKIN” (RTSM) DI DESA FULUR

 

Sideka ; fulur.desa.id// Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu program perlindungan sosial untuk menanggulangi kemiskinan. PKH juga lazim dikenal sebagai “Bantuan Tunai Bersyarat”. Program Keluarga Harapan (PKH)  bukan merupakan kelanjutan bantuan/subsidi langsung tunai (BLT) yang diberikan untuk membantu keluarga-keluarga miskin dalam mempertahankan daya beli mereka saat Pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. Tujuan umum PKH adalah mengurangi angka dan memutus mata rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta merubah perilaku keluarga atau “Rumah Tangga Sangat Miskin” (RTSM) yang relatif kurang mendukung peningkatan kesejahteraan. Secara khusus, tujuan PKH terdiri atas:

1) Meningkatkan status sosial ekonomi RTSM

2) Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, anak balita dan anak usia 5-7 tahun dari RTSM yang belum masuk Sekolah Dasar

3) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi anak-anak RTSM

4) Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak.

Karena PKH terkait erat dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, anak sampai dengan Pendidikan Dasar  maka saat ini PKH hadir di tengah masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Desa Fulur pada khususnya dengan memperhatikan ketersediaan fasilitas pendidikan (fasdik) dan fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Desa Fulur sebagai salah satu Desa yang sangat mendukung program PKH. PKH juga memperhatikan faktor lainnya seperti tingginya jumlah RTSM, angka kematian ibu, angka kematian balita, angka gizi buruk, dan angka anak  putus sekolah.

Kepala Desa Fulur “JULIANUS LESU BAU” mengungkapkan bahwa di Desa Fulur banyak orang memberikan komentar dari sisi persepsi yang amat keliru. Mereka hanya melihat PKH dengan kacamata politis, meneropong PKH dari dimensi politik praktis. Mereka menilai Kementerian Sosial membagi-bagikan uang kepada rakyat miskin, sebagai ‘sogok politik’ untuk kepentingan politik partai politik tertentu.

Pemerintah tidak menyogok, tapi menolong rakyat, melindungi rakyat jika rakyat bermasalah. Apalagi, PKH merupakan program pemerintah yang melibatkan berbagai instansi. PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Pelaksanaan PKH diharapkan membantu penduduk termiskin, bagian masyarakat yang paling membutuhkan uluran tangan dari siapa pun.

PKH memberikan bantuan uang tunai bersyarat kepada keluarga sangat miskin dalam satu tahun, dengan tahapan pembayaran setiap triwulan. Jumlah yang diterima fluktuatif tergantung dinamika dalam proses pendidikan dan kesehatan yang dipenuhi RTSM bersangkutan. Jumlah uang yang diterima setiap RTSM tidak sama pada setiap triwulan, tergantung hasil verifikasi dari kepatuhan anak mengikuti pendidikan, serta ibu hamil, ibu nifas, ibu yang melahirkan mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yang dekat tempat tinggal mereka.

Bantuan PKH mengharuskan RTSM penerima bantuan melakukan dua hal. Pertama, menyekolahkan anak atau anak- anaknya ke SD,SMP  atau SLTA. Kedua, memeriksa kesehatan kandungan ibu hamil, atau anak balita ke Puskesmas/ Pustu/Puskesdes/Posyandu terdekat. Pada kedua butir kewajiban ini memuat unsur disiplin dan perubahan perilaku dari peserta PKH, yaitu anak dan ibu rumah tangga.

Denga demikian maka dapat dilihat bahwa Program ini juga terbukti mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah, dan meningkatkan tingkat kesehatan keluarga sangat miskin. Hal positif lain yang perlu diketahui bahwa sasaran PKH hanya kepada RTSM yang mempunyai anak sekolah sampai dengan tingkat SD,SMP atau SLTA. Ini berarti, jika anak keluarga miskin tersebut sudah menamatkan pendidikan setara maka keluarga bersangkutan tidak lagi menerima bantuan pendidikan. Peserta RTSM di Desa Fulur – Kecamatan Lamaknen  – Kabupaten Belu merasakan hasil PKH, khususnya anak mereka bisa mengikuti pendidikan mulai dari SD hingga tamat SLTA. Hal ini didasarkan pada kondisi sosial masyarakat dimana masyarakat yang tegolong dalam RTSM tidak mampu menyekolahkan anak ke tingkat SMA / setara karena faktor ekonomi atau ketiadaan biaya namun dengan adanya bantuan program PKH maka anak- anak yang tergolong dalam RTSM maupu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SLTA/sederajat.

Dengan alasan itu maka jangkauan bantuan PKH kepada RTSM khususnya di Desa Fulur semakin meningkat. Kondisi ini bisa dilihat pada adanya penambahan jumlah RTSM penerima PKH di Desa Fulur sebanyak 156 KK.  Ini berarti PKH memberikan akses seluas mungkin kepada siswa miskin/siswa dari RTSM yang mampu secara akademik untuk melanjutkan pendidikan sekolah lanjutan atas. Ke depan semoga siswa miskin dari RTSM mampu meraih cita-cita untuk mengenyam pendidikan tinggi yang menyediakan fasilitas beasiswa bahkan pendidikan gratis sehingga mereka mampu meraih cita-cita menjadi perwira TNI/Polri, bidan, perawat, dokter, guru, serta keahlian lain yang berguna bagi diri mereka terutama untuk Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

 

Foto & Liputan : Berelekyanto

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan