REFLEKSI : ” MEMBENTUK GENERASI BAIK DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER “

Sideka ; fulur.desa.id// Runtuhnya moral, akhlak, maupun karakter yang ada pada masyarakat saat ini merupakan suatu permasalahan yang sudah bukan rahasia lagi. Pergaulan bebas dikalangan remaja, seperti penggunaan narkoba dan seks bebas juga bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi terjadi juga hingga ke pelosok-pelosok negeri. Mengapa semua hal ini bisa terjadi? Apakah nilai-nilai kita sebagai bangsa timur telah tergerus dengan budaya-budaya barat, atau apakah ini bagian dari evolusi manusia?

Jika diruntut hingga ke akar permasalahannya, pendidikan adalah penyebab dari masalah itu semua. Lalu mengapa masalah tersebut ada pada pendidikan? Bukankah kita telah banyak menciptakan orang-orang pintar nan genius yang bahkan telah diakui hingga ke seluruh penjuru dunia? Memang benar pendidikan kita telah menciptakan orang-orang pintar, tetapi tidak menciptakan orang-orang berakhlak atau bermoral, sehingga para orang pintar itu malah memintarkan alias menipu orang lain (korupsi).

Pendidikan saat ini yang hanya menekankan pada hasil bukan proses di anggap telah gagal menciptakan generasi yang baik, sehingga saat ini pendidikan karakter dianggap penting untuk dilakukan dalam rangka memperbaiki moral bangsa Indonesia. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, sehingga mereka memiliki karakter yang baik di dalam dirinya. Dalam pendidikan karakter sendiri, ada 16 nilai-nilai moral yang baik untuk ditanamkan pada siswa-siswa di sekolah, diantaranya adalah:

  • Nilai religius
  • Kejujuran
  • Toleransi
  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Kreatif
  • Demokratis
  • Rasa ingin tahu
  • Semangat Kebangsaan
  • Menghargai Prestasi
  • Bersahabat/Komunikatif
  • Cinta Damai
  • Gemar Membaca
  • Peduli Lingkungan
  • Peduli Sosial
  • Tanggung jawab

Jika semua nilai-nilai tersebut ditanamkan di dalam semua kegiatan belajar mengajar, maka niscaya akan tumbuh pribadi – pribadi yang pintar dan berakhlak sebagai penerus bangsa, sehingga niscaya bangsa ini akan terhindar dari degradasi moral dan menjadi suatu Negara yang penuh dengan masyarakat yang memiliki karakter.

Liputan : Berelekyanto//

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan